
PKM UMNAW PENANGKAL NYERI, KKB UMNAW – Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif pengobatan tradisional kembali mendapat perhatian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Pekubuan, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini mengangkat tema pembuatan teh kantong celup berbahan sereh, kunyit, dan jahe sebagai obat nyeri sendi, yang diprakarsai oleh Dr. apt. Gabena Indrayani Dalimunthe, Dosen Farmasi (UMN) Al-Washliyah.
Nyeri sendi merupakan keluhan yang cukup banyak dialami masyarakat, terutama pada kelompok usia lanjut dan pekerja dengan aktivitas fisik berat. Selama ini, sebagian masyarakat masih bergantung pada obat kimia untuk meredakan nyeri, yang jika digunakan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih aman, mudah diperoleh, dan berbasis potensi lokal.
Sereh, kunyit, dan jahe dikenal luas sebagai tanaman herbal yang memiliki khasiat antiinflamasi dan analgesik. Kunyit mengandung kurkumin yang berperan dalam menekan peradangan, jahe memiliki senyawa gingerol yang membantu meredakan nyeri, sedangkan sereh memberikan efek relaksasi serta meningkatkan sirkulasi darah. Kombinasi ketiga bahan ini diolah menjadi teh kantong celup agar praktis, higienis, dan mudah dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam kegiatan ini, masyarakat Desa Pekubuan diberikan edukasi mengenai manfaat tanaman herbal, teknik pemilihan bahan baku yang baik, proses pengeringan yang benar, hingga tahapan pembuatan teh kantong celup sesuai prinsip keamanan pangan. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai cara penyajian dan dosis konsumsi yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Dr. apt. Gabena Indrayani Dalimunthe menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi. “Produk teh herbal kantong celup ini memiliki nilai jual dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Diharapkan, melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Pekubuan mampu memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya secara mandiri, meningkatkan kesadaran akan pengobatan herbal yang aman, serta mendorong terbentuknya produk unggulan desa yang bernilai ekonomi. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan berbasis bahan alam.
