Situs Resmi Koperasi UMN Al-Washliyah

Pengabdian Dosen Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah: Edukasi Dispepsia untuk Masyarakat Kota Medan

PKM UMN AW EDUKASI DISPEPSIA, KKKB UMNAW Medan – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan lambung terus dilakukan. Tim dosen dari Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Masyarakat Sadar Dispepsia: Edukasi Gaya Hidup Sehat dan Penggunaan Obat Lambung yang Aman” di Puskesmas Teladan Kota Medan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dispepsia, mulai dari faktor risiko, pencegahan melalui gaya hidup sehat, hingga penggunaan obat lambung yang aman dan rasional. Dispepsia diketahui sebagai salah satu gangguan pencernaan yang paling sering dialami masyarakat dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat.

Ketua tim PkM, apt. Ziza Putri Aisyia Fauzi, S.Farm., M.Farm, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap keluhan lambung sebagai masalah ringan sehingga memilih melakukan pengobatan sendiri tanpa informasi yang memadai.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar lebih sadar terhadap gaya hidup sehat dan lebih bijak dalam menggunakan obat lambung,” ujarnya. Kegiatan edukasi dilakukan secara interaktif melalui penyuluhan kelompok, diskusi, konseling individu, serta penggunaan media visual seperti poster, leaflet, dan video edukasi. Materi yang disampaikan meliputi pola makan teratur, penghindaran makanan pemicu dispepsia, manajemen stres, serta pengenalan jenis obat lambung dan cara penggunaannya yang aman.

Selain masyarakat, kader kesehatan dan keluarga pasien juga dilibatkan agar pesan edukasi dapat diteruskan secara berkelanjutan. Mahasiswa Farmasi turut berperan aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan peserta setelah kegiatan edukasi. Berdasarkan uji statistik pre–post test, skor pengetahuan peserta meningkat secara bermakna, menandakan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Kepala Puskesmas Teladan Kota Medan menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus berlanjut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan sangat penting dalam mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat layanan kesehatan primer. Melalui program Masyarakat Sadar Dispepsia, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu mengenali gejala gangguan lambung lebih dini, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat serta menggunakan obat secara rasional. Program ini juga diharapkan menjadi model edukasi kesehatan yang dapat direplikasi di puskesmas lain di Kota Medan dan sekitarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *