Situs Resmi Koperasi UMN Al-Washliyah

PKM PEMANFAATAN MIKROORGANISME LOKAL UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DALAM MENDUKUNG LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI DESA PULAU BANYAK KECAMATAN TANJUNG PURA KABUPATEN LANGKAT

PKM UMNAW LIMBAH ORGANIK, KKKBUMNAW Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah dilaksanakan di Desa Pulau Banyak  Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Dengan Ketua Sri Wahyuni,S.Si.M.Si, Anggota Yayuk Putri Rahayu,S.Si.M.Si dan Nomi Noviani,SP.MP pada Hari Selasa,Tanggal 29 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB, dan mengambil Tema Kegiatan Pengabdian Masyarakat berjudul “ Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal Untuk Pengolahan Limbah Organik Dalam Mendukung Lingkungan Berkelanjutan Di Desa Pulau Banyak Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat

Upaya menjaga kelestarian lingkungan kini semakin digalakkan di berbagai daerah, termasuk di Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Salah satu inovasi yang mulai mendapat perhatian adalah pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai solusi pengolahan limbah organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Desa Pulau Banyak yang dikenal dengan aktivitas pertanian dan perikanannya, menghasilkan limbah organik dalam jumlah yang cukup besar setiap harinya. Limbah tersebut berasal dari sisa hasil panen, limbah rumah tangga, hingga sisa pakan ternak. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini berpotensi mencemari lingkungan serta menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, melalui pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdian mengajak masyarakat setempat bersama kelompok tani mulai mengembangkan penggunaan mikroorganisme lokal sebagai alternatif pengolahan limbah. Mikroorganisme lokal sendiri merupakan kumpulan bakteri dan jamur alami yang diperoleh dari lingkungan sekitar, seperti dari buah-buahan busuk, nasi basi, atau dedaunan yang telah terurai. Pembuatan MOL relatif sederhana dan murah. hanya memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar, seperti air cucian beras, gula merah, dan sisa buah. Setelah difermentasi beberapa hari, larutan ini bisa digunakan untuk mempercepat proses penguraian limbah organik. Pemanfaatan MOL terbukti mampu mempercepat proses dekomposisi limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk alami. Selain mengurangi volume sampah, hasil olahan tersebut juga membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, penggunaan MOL juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Beberapa warga bahkan mulai memproduksi dan menjual pupuk organik cair hasil fermentasi MOL ke desa-desa sekitar.

Pemerintah desa pun memberikan dukungan melalui pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait teknik pembuatan dan pemanfaatan mikroorganisme lokal. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak warga, termasuk generasi muda. Dengan kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah, pemanfaatan mikroorganisme lokal diyakini mampu menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan limbah sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Desa Pulau Banyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *