Situs Resmi Koperasi UMN Al-Washliyah

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen UMN Al Washliyah di SMKS Al Washliyah 3 Medan: Belajar Bahasa Inggris Sehari-hari Lewat Konten TikTok

PKM UMNAW BAHASA INGGRIS, KKKB UMNAW – Perkembangan media sosial tidak hanya mengubah cara generasi muda berkomunikasi, tetapi juga membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Salah satu platform yang paling dekat dengan kehidupan remaja saat ini adalah TikTok. Melihat potensi tersebut, tim dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengangkat tema Belajar Bahasa Inggris Sehari-Hari Lewat Konten TikTok: Pengenalan Ungkapan yang Sering Digunakan untuk Siswa SMKS Al Washliyah 3 Medan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan siswa SMK terhadap ungkapan bahasa Inggris sehari-hari yang bersifat komunikatif. Selama ini, pembelajaran bahasa Inggris di sekolah masih cenderung berfokus pada tata bahasa dan teks tertulis, sehingga siswa kurang terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam konteks nyata. Padahal, kemampuan memahami dan menggunakan ungkapan sehari-hari sangat dibutuhkan, terutama untuk menghadapi dunia kerja dan lingkungan global yang semakin terbuka.

Di sisi lain, mayoritas siswa SMKS Al Washliyah 3 Medan merupakan pengguna aktif TikTok. Mereka terbiasa mengonsumsi berbagai konten berbahasa Inggris, namun belum sepenuhnya mampu memahami makna dan konteks penggunaan ungkapan yang muncul dalam video-video tersebut. TikTok lebih sering dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, bukan sebagai sumber belajar yang terarah. Kondisi inilah yang mendorong tim dosen UMN Al Washliyah untuk menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan keseharian siswa.

Melalui kegiatan pengabdian ini, siswa diperkenalkan pada berbagai ungkapan bahasa Inggris sehari-hari yang sering muncul dalam konten TikTok, seperti ungkapan reaksi, interaksi, hingga istilah populer yang digunakan dalam percakapan informal. Tim pengabdian mengkurasi konten TikTok edukatif, kemudian membahas makna, konteks, serta cara penggunaan ungkapan tersebut secara sederhana dan mudah dipahami. Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi, praktik pengucapan, dan simulasi percakapan singkat.

Selain itu, siswa juga mendapatkan pelatihan literasi digital agar mampu memanfaatkan TikTok secara positif dan edukatif. Mereka diajak untuk mengenali ciri-ciri konten yang bermanfaat, memilah informasi, serta menjadikan media sosial sebagai sarana belajar mandiri. Dengan pendampingan yang tepat, TikTok tidak lagi sekadar menjadi media hiburan, tetapi juga alat pembelajaran bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Siswa menjadi lebih memahami berbagai ungkapan bahasa Inggris yang sering mereka jumpai di media sosial. Tidak hanya itu, kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan juga meningkat. Mereka lebih berani menirukan ungkapan, berdiskusi, dan mempraktikkan bahasa Inggris dalam situasi sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Sebagai luaran utama, kegiatan pengabdian ini menghasilkan dokumentasi berupa daftar ungkapan bahasa Inggris sehari-hari yang sering digunakan dalam konten TikTok, lengkap dengan makna dan konteks penggunaannya. Materi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi siswa dan guru dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik generasi digital.

Kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), di mana dosen dan mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa yang dilibatkan memperoleh pengalaman belajar nyata di luar kelas, sementara sekolah mitra mendapatkan manfaat berupa peningkatan kualitas pembelajaran.

Melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dikemas secara lebih menarik, relevan, dan bermakna. Dengan pendekatan yang tepat, media digital seperti TikTok tidak hanya membentuk budaya hiburan, tetapi juga dapat menjadi jembatan bagi siswa SMK untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja di era global

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *