Situs Resmi Koperasi UMN Al-Washliyah

PKM PERAN KOMUNIKASI ORANGTUA DALAM MENGHADAPI EMOSI ANAK DI DESA PEKUBUAN TANJUNG PURA LANGKAT

PKM UMNAW PERAN ORANG TUA, KKKB UMNAW – Dosen FKIP Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada tahun 2025 ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu Dosen FKIP prodi PG PAUD UMNAW Tim kegiatan Pengabdian yang diketuai oleh Juli Yanti Harahap, S.Psi, M.Psi, bersama para anggotanya yang bernama Vera Kristiana, S.Pd, M.Pd  dan Dina Hidayati Hts, S.Psi, M.Psi telah melaksanakan sebuah kegiatan sosialisasi di Desa Pekubuan Tanjung Pura Langkat. dengan judul “PKM Peran Orangtua dalam Menghadapi Emosi Pada Anak” pada hari Kamis tanggal 29 Desember 2025 yang lalu (29/12/2025)

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada para orangtua dalam menghadapi emosi anak. Di tengah kehidupan sosial yang masih kental dengan nilai kekeluargaan, peran orangtua dalam membangun komunikasi yang hangat dan efektif menjadi kunci utama dalam membantu anak menghadapi dan mengelola emosinya. Sejumlah orangtua di desa menyadari bahwa anak-anak kerap mengekspresikan emosi mereka melalui tangisan, amarah, atau sikap menarik diri. Namun, tidak semua orangtua memahami bahwa reaksi tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan emosi anak. Komunikasi yang baik—seperti mendengarkan keluhan anak, mengajak berbicara dengan bahasa sederhana, serta memberi respon yang tenang terbukti membantu anak merasa dipahami dan aman secara emosional.

 

Peran komunikasi orangtua dinilai menjadi faktor kunci dalam membantu anak mengelola emosi sejak usia dini. Anak-anak kerap mengekspresikan emosi melalui tangisan, kemarahan, atau sikap menarik diri. Sayangnya, kondisi tersebut masih sering disalah artikan sebagai perilaku membangkang. Padahal, emosi merupakan bagian dari proses perkembangan anak yang perlu diarahkan melalui komunikasi yang tepat, seperti mendengarkan dengan empati, berbicara dengan nada tenang, serta memberi penjelasan yang mudah dipahami anak. Melalui komunikasi yang positif, anak tidak hanya belajar mengenali emosinya, tetapi juga memahami cara mengekspresikannya secara sehat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter, kepercayaan diri, serta kemampuan sosial anak di kemudian hari. dikatakan Juli Yanti Harahap (JYH).

 

Peran ibu dan ayah menjadi sangat penting dalam memberikan contoh pengelolaan emosi yang positif. Anak cenderung meniru cara orangtuanya bereaksi terhadap masalah. Ketika orangtua mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik, anak pun belajar bahwa emosi bukan untuk dipendam atau diluapkan secara berlebihan, melainkan untuk dipahami dan dikelola.

 

Komunikasi yang positif tidak hanya membantu anak memahami emosinya, tetapi juga membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi. Oleh karena itu, sinergi antara orangtua dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan meningkatnya kesadaran orangtua akan pentingnya komunikasi dalam pengasuhan dan pemahaman emosi anak, diharapkan nantinya desa juga dapat menjadi lingkungan yang ramah bagi perkembangan emosi anak dalam menciptakan generasi yang sehat secara emosional dan siap menghadapi tantangan masa depan (juga dikatakan oleh Vera K. dan Dina HS)

 

Senada dengan itu, Kepala Desa Pekubuan Bapak Khairul juga mengucapkan apresiasi dan terimakasihnya kepada seluruh tim Dosen yang telah berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan PKM di desa nya, karena dengan adanya kegiatan ini telah menambah pemahaman dan wawasan baru kepada masyarakat desa terutama para orangtua atau ibu-ibu yang telah hadir karena mereka sudah paham bagaimana cara yang baik dalam menghadapi emosi anak dirumah sehingga tidak ada lagi permaslahan dan dampak negatifnya.

 

Kedepan, harapan kami pemerintah desa diharapkan terus mendorong kegiatan edukasi parenting bagi orangtua guna meningkatkan kualitas pengasuhan dan kesehatan emosional anak di lingkungan desa (ungkap JYH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *