
PKM UMNAW TILAWATIL QUR’AN KKKB UMNAW – Masjid memiliki fungsi strategis sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, keterbatasan kemampuan tilawatil Qur’an di kalangan jamaah dan pengurus berdampak pada rendahnya kualitas pembinaan keagamaan serta lemahnya kaderisasi internal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan tilawah, membentuk budaya religius, dan memperkuat keberlanjutan organisasi masjid. Program pelatihan tilawatil Qur’an ini dirancang untuk menghasilkan perubahan pada dua aspek utama, yaitu peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan penguatan kinerja organisasi masjid secara berkelanjutan.
Berdasarkan hal tersebut, tim dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah yaitu bapak muhammad rahmat S.Pd.I M.Si melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema Pelatihan Tilawatil Qur’an bagi Masyarakat Lingkungan untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi yang Berkelanjutan pada Badan Kemakmuran Masjid Ikhwanul Muslimin Dilaksanakan pada bulan Desember 2024.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal diataranya : Pertama, rendahnya kualitas pembelajaran Al-Qur’an akibat keterbatasan kompetensi tilawah di kalangan jamaah dan pengurus. Tanpa pelatihan yang sistematis, pelatihan Al-Qur’an berjalan secara konvensional dan belum berbasis standar tajwid dan tahsin yang memadai. Penelitian menunjukkan bahwa pendampingan dan pelatihan terstruktur secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an masyarakat (Efektivitas Pendampingan BKM, 2025). Kedua, terbatasnya kader pembina tilawah internal. Ketergantungan pada satu atau dua pengajar menyebabkan program rentan terhenti jika terjadi pergantian kepengurusan. Studi tentang peran BKM dalam pembinaan jamaah menekankan pentingnya sistem kaderisasi sebagai bagian dari keinginan organisasi (Rusdiansyah, 2020). Ketiga, belum terbentuknya budaya organisasi masjid yang kuat berdasarkan nilai spiritual dan profesionalitas manajerial. Penguatan manajemen masjid yang terintegrasi dengan pemberdayaan jamaah terbukti mampu meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan (Nihayah, 2025). Organisasi yang berbasis nilai spiritual memiliki kecenderungan lebih stabil karena aktivitasnya dilandasi oleh kesadaran keagamaan kolektif, bukan sekadar rutinitas administratif.
Melalui kegiatan pengabdian ini, jamah di perkenalkan dan ditawarkan dengan cara pelatihan tilatil qur’an berbasis praktik langsung, Pembinaan tajwid, makhārijul huruf, dan irama tilawah secara sistematis, Pembentukan kelompok tilawah masyarakat sebagai wadah kaderisasi, Pendampingan lanjutan dan pemantauan program.
Program pelatihan tilawatil Qur’an berhasil meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an masyarakat secara signifikan, membentuk budaya religius kolektif, serta memperkuat kaderisasi internal masjid. Integrasi pendekatan pendidikan Qur’ani dan manajemen kelembagaan terbukti efektif dalam mendorong kinerja organisasi masjid yang berkelanjutan. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi pada masjid lain dengan model pelatihan terstruktur dan sistem kaderisasi berbasis komunitas
