Situs Resmi Koperasi UMN Al-Washliyah

Guru SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar Ikuti Pelatihan Model Pembelajaran Blended Culture

PKM UMNAW BLENDED CULTURE, KKKB UMNAW – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru, SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar mengikuti pelatihan Model Pembelajaran Blended Culture. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen UMN Al-Washliyah Vera Kristiana,S.Pd.,M.Pd. sebagai ketua tim dan Juli Yanti Harahap, S.Psi.,M.Psi. sebagai anggota tim pengabdian. Kegiatan ini berfokus pada integrasi teknologi, pembelajaran tatap muka, serta nilai budaya dan keislaman dalam proses belajar-mengajar. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan beragam materi, mulai dari konsep blended learning, strategi perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hingga simulasi implementasi di kelas. Para guru juga diajak untuk memanfaatkan platform digital seperti Google Classroom untuk mendukung aktivitas pembelajaran daring, sambil tetap menanamkan nilai-nilai karakter dan religius yang menjadi ciri khas sekolah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru, karena tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep blended learning, tetapi juga membantu kami menyusun RPP yang lebih interaktif dan bermakna bagi siswa,” ujar salah satu guru peserta pelatihan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman guru tentang pembelajaran blended, pengintegrasian nilai budaya, serta kesiapan menerapkan pembelajaran di kelas. Selain itu, pelatihan ini memfasilitasi kolaborasi antar guru, sehingga tercipta lingkungan belajar yang inovatif dan mendukung perkembangan kompetensi profesional.

Kepala SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar menyampaikan apresiasinya: “Kami berharap pelatihan ini dapat diterapkan secara konsisten di kelas, sehingga proses belajar-mengajar tidak hanya efektif secara akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa sesuai nilai-nilai keislaman.”

Program PKM ini menjadi langkah konkret sekolah dalam mendukung pembelajaran abad 21, memadukan teknologi, kreativitas, dan nilai budaya. Ke depan, sekolah berencana untuk menyelenggarakan pelatihan serupa secara berkala agar semua guru dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan kontekstual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *