
PKM UMNAW INGGRIS ISLAMI, KKKB UMNAW — Dosen Program Studi Sastra Inggris Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah (UMN-AW) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Dialog Bahasa Inggris Berbasis Nilai Islam di SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar, Kabupaten Deli Serdang, pada 12 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan Bahasa Inggris yang komunikatif, kontekstual, dan sejalan dengan nilai-nilai keislaman.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah berbasis Islam untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan linguistik, tetapi juga mampu merefleksikan karakter religius dan akhlak Islami. Melalui kegiatan ini, tim dosen Sastra Inggris UMN-AW berupaya menjembatani penguasaan Bahasa Inggris dengan penguatan nilai moral dan etika komunikasi di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap identifikasi kebutuhan dan pemetaan kemampuan awal guru. Tim pengabdian melakukan pengumpulan data melalui kuesioner, diskusi kelompok, serta wawancara singkat guna mengetahui pemahaman guru terhadap pembelajaran dialog Bahasa Inggris dan integrasi nilai Islam dalam praktik pengajaran. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih membutuhkan pendampingan dalam merancang dialog Bahasa Inggris yang relevan dengan konteks kehidupan religius siswa.
Selanjutnya, kegiatan difokuskan pada penguatan materi dan pengembangan bahan ajar. Peserta dibekali modul dialog Bahasa Inggris berbasis nilai Islam yang disesuaikan dengan aktivitas keseharian di sekolah, seperti interaksi di kelas, kegiatan ibadah, serta komunikasi yang mencerminkan etika Islami. Materi disampaikan menggunakan pendekatan pembelajaran komunikatif yang menekankan penggunaan bahasa secara fungsional dan bermakna.
Pada sesi praktik, para guru terlibat aktif dalam kegiatan role-play, latihan pengucapan, pengaturan intonasi, serta penyusunan dialog secara berkelompok. Tim dosen Sastra Inggris UMN-AW memberikan pendampingan intensif agar peserta mampu mengembangkan dialog yang aplikatif dan mudah diterapkan dalam proses belajar mengajar. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan partisipatif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Selain peningkatan kompetensi akademik, kegiatan ini juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri guru dalam menggunakan Bahasa Inggris di kelas. Para peserta menyatakan bahwa pendekatan dialog berbasis nilai Islam membantu mereka menyajikan pembelajaran yang lebih relevan dengan identitas sekolah dan kehidupan siswa. Bahasa Inggris tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang terpisah dari nilai religius, melainkan sebagai sarana komunikasi yang mendukung pembentukan karakter.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Dosen Sastra Inggris Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan di SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar. Integrasi Bahasa Inggris dan nilai-nilai Islam diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mencetak lulusan yang komunikatif, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman.
